CS 319 · buku: pangmandorin.kamil.web.id
EN ↗

CS 319 · Pertemuan 2 dari 10

Dewan
dan Konteks

Mengapa satu otak tidak cukup — dan mengapa window 200k bukan berarti harus diisi penuh.

Agenda · 100 menit

  1. Pola dewan: empat varian, tiga mode kegagalan (30')
  2. Context engineering: lima aturan (25')
  3. Studi kasus: keputusan arsitektur Kirana (10')
  4. Di kelas: jalankan debat dewan (25')
  5. Briefing Tugas A2 (10')

Bacaan: bab 4–5

Konsep inti · bab 4

Mengapa satu otak tidak cukup

Satu panggilan memberi Anda

  • satu perspektif, satu titik buta
  • kesepakatan-diri: ia menilai PR-nya sendiri
  • keyakinan yang tak bisa dibedakan dari kebenaran

Dewan memberi Anda

  • debat: agen spesialis dengan insentif yang berbenturan
  • isolasi kegagalan: satu pendapat buruk terkalahkan suara
  • peningkatan terdokumentasi untuk keputusan berisiko tinggi (SWE-Debate, LLM Council)

Filosofi mandor dalam satu baris: tim spesialis yang saling tidak setuju mengalahkan satu suara yang percaya diri. Bukan untuk semua keputusan — untuk yang berisiko tinggi.

Konsep inti · bab 4

Empat varian dewan

Voting

N agen menjawab independen; mayoritas menang. Murah, paralel, membuang pencilan. Untuk klasifikasi, triage, go/no-go.

Spesialisasi

Tiap agen punya peran — arsitek, security, biaya, UX — dan meninjau hanya lewat kacanya. Untuk design review.

Debat

Dua agen atau lebih berargumen di posisi berlawanan lintas ronde, lalu disintesis. Untuk keputusan arsitektur, tradeoff.

Juri + Hakim

Spesialis memproduksi; hakim terpisah (model berbeda) menilai dengan rubrik yang dipin. Pola chairman ala Karpathy. Untuk gerbang kualitas.

Aturan memilih: salah yang murah → satu model. Salah yang mahal → varian mana, dan mengapa? (Anda akan mempertahankannya di A2.)

Mode kegagalan · terdokumentasi, bukan hipotesis

Cara dewan gagal

Groupthink

Semua agen konvergen tanpa debat nyata; sintesisnya apa pun kata yang paling lantang.

Solusi: anonimkan ronde, campur keluarga model.

Persetujuan paksa

Agen meninggalkan posisinya begitu melihat keyakinan rekan.

Solusi: pass pertama independen sebelum apa pun dibagikan.

Ketidaksetujuan berlarut

Ronde tak kunjung konvergen; token terbakar; tak ada yang landed.

Solusi: batas ronde + chairman berwenang tie-break.

Contoh · bisa di-copy-paste

Dewan spesialisasi, satu prompt per node

# reviewer-security.md — satu node dewan spesialisasi
Anda adalah reviewer SECURITY di sebuah dewan. Anda meninjau HANYA
lewat kacamata Anda. Anda tidak memuji. Anda tidak meninjau gaya/performa.

KONTEKS (dikurasi, bukan di-paste mentah):
  - spec.md       (batasan tugas + kriteria penerimaan)
  - api-contract.yaml

OUTPUT (hanya JSON):
  { "verdict": "pass" | "fail" | "needs-revision",
    "criterion_ids": ["AC-3"],          # ikat ke kriteria bernomor
    "reason": "satu paragraf, berbasis bukti",
    "refusal_conditions_triggered": [] }

ATURAN: bukti tidak ada → verdict needs-revision — jangan menebak.
Keluarga model berbeda dari produsen. Tool read-only.

Perhatikan tiga disiplin dalam satu prompt: kacamata (spesialisasi), kriteria bernomor (spec, Pertemuan 3), model berbeda + read-only (maker-checker, Pertemuan 5).

Konsep inti · bab 5

Context engineering ≠ prompt engineering

Window 200k token adalah anggaran, bukan TPA. Context engineering adalah mengurasi apa yang masuk window, apa yang dikompres, apa yang diambil saat dibutuhkan, dan apa yang dibuang.

5 aturan

  • anggaran: maks 60–80%
  • hierarki memori: hot → warm → cold
  • kompak saat limit
  • scope tool per peran
  • offload penalaran ke file

Kebusukan konteks

Konteks panjang, basi, tak relevan menurunkan kualitas walau model "cukup memuatnya". Utilisasi adalah tombol kualitas, bukan hanya biaya.

Isolasi sub-agent

Pekerjaan berisik (dump pencarian, log mentah) diserahkan ke sub-agent yang mengembalikan artefak terdistilasi. Window utama tak pernah melihat rawanya.

Contoh · audit yang akan Anda lakukan di A2

Sebelum / sesudah: konteks satu tugas kode

TPA (sebelum)

  • repo 40 file di-paste utuh (61k token)
  • 3 transkrip chat lama
  • stack trace kemarin
  • "Anda adalah pakar senior 10x…" pemanis
  • tanpa kriteria penerimaan

Utilisasi 96%. Busuk di menit kedua.

Bundle (sesudah)

  • spec.md — 40 baris, kriteria bernomor
  • api-contract.yaml — 2 endpoint relevan
  • db-schema.sql — 3 tabel, bukan 30
  • satu contoh "selesai" (PR lampau)
  • tools.yaml — 4 tool ter-scope

Utilisasi 22%. Agen punya segalanya dan tidak lebih.

Studi kasus · bagian 2 dari 10

Pertanyaan monolit Kirana masuk ke dewan

PM ingin "AI memutuskan" apakah CekFaktur harus memecah monolitnya. Satu model menjawab ya, penuh keyakinan — dua kali. Sebagai gantinya, Kirana menjalankan dewan debat beranggotakan empat: Arsitek (pro-pecah), SRE (kontra, kacamata biaya), Security (kacamata kepatuhan), Chairman (sintesis, tie-break).

Bundle-nya: satu halaman data trafik, dua modul paling panas, skema tabel bersama, satu laporan insiden nyata. Total konteks: 9k token.

Hasil: setelah 2 ronde dewan konvergen ke "modularisasi jalur invoicing saja" — posisi yang tak dipegang siapa pun di ronde nol, dan yang benar-benar di-shipping tim. Pass pertama, sendirian: jawaban salah dengan keyakinan total.

Di kelas · 25 menit

Jalankan dewan, rasakan mode kegagalannya

Persiapan

Kelompok 4 orang. Keputusan: "Portal mahasiswa sebaiknya mengganti pengumuman email dengan feed in-app." Kartu peran: PRO (kecepatan shipping), KONTRA (inklusi/aksesibilitas), SECURITY/PRIVASI, CHAIR.

Aturan

  1. Ronde 1: posisi independen, ditulis dalam diam (anti persetujuan paksa).
  2. Ronde 2: pertukaran anonim, lalu revisi.
  3. Ronde 3: chairman mensintesis atau deadlock. Batas 2 ronde sebelum chair wajib memutus.

Debrief: mode kegagalan terdokumentasi mana yang kena kelompok Anda? Groupthink, persetujuan paksa, atau chair yang memutus terlalu cepat?

Tugas A2 · dikumpulkan sebelum Pertemuan 3

Dewan + audit konteks

Bagian 1 — dewan
Ambil keputusan nyata (Anda, tim Anda, atau Kirana). Pilih varian dan pertahankan pilihannya dalam 3 kalimat. Jalankan dewan 3–4 agen (LLM chat apa pun; model berbeda per peran bila bisa). Catat setiap ronde.

Bagian 2 — audit konteks
Ambil percakapan AI terpanjang Anda. Bangun ulang sebagai bundle: apa yang seharusnya masuk window, apa yang hilang, apa yang redundan. Estimasi utilisasi sebelum/sesudah.

Deliverable
Log debat (ronde + verdict JSON) · pembelaan varian 3 kalimat · tabel konteks sebelum/sesudah.

Rubrik
Justifikasi varian 25% · kualitas debat (apakah terjadi ketidaksetujuan nyata?) 35% · kejujuran audit konteks 40%.

Berikutnya: spec dan loop — tempat intent menjadi bisa dicek mesin. Baca bab 6–7.